{"id":4104,"date":"2025-06-23T13:19:28","date_gmt":"2025-06-23T06:19:28","guid":{"rendered":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/?page_id=4104"},"modified":"2025-06-23T13:19:28","modified_gmt":"2025-06-23T06:19:28","slug":"applied-microbiology-and-bioresource-technology-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/applied-microbiology-and-bioresource-technology-2\/","title":{"rendered":"Applied Microbiology and Bioresource Technology"},"content":{"rendered":"<p>Riset Grup Mikrobiologi (Applied Microbiology and Bioresource Technology) berperan penting dalam pengembangan teknologi hayati dan keberlanjutan melalui riset multidisipliner berbasis pemanfaatan mikroorganisme. Didukung oleh kolaborasi dengan bidang lain seperti proteomik, kimia organik, dan bioinformatika, riset grup ini mengembangkan dua arah riset utama, yaitu biokonversi dan bioremediasi.<\/p>\n<p><strong>A. Biokonversi<\/strong><br \/>\nBerfokus pada pemanfaatan mikroorganisme untuk mengubah bahan \u2013 bahan alami atau limbah menjadi produk bernilai guna tinggi<\/p>\n<p><strong>B. Bioremediasi<\/strong><br \/>\nDifokuskan pada penggunaan mikroorganisme untuk memperbaiki kondisi lingkungan tercemar.<\/p>\n<p>Kedua arah riset tersebut mencakup berbagai topik penelitian yang meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Biosurfaktan<\/strong><br \/>\nPenelitian yang berfokus pada produksi senyawa biosurfaktan yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Biosurfaktan memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan serta membentuk emulsi stabil antara cairan yang tidak saling bercampur, seperti minyak dan air. Sifat ini menjadikannya sangat potensial untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang, khususnya untuk membersihkan pipa minyak dari endapan oil sludge yang mengganggu aliran fluida dan efisiensi sistem perpipaan di industri migas. Aplikasi biosurfaktan menjadi solusi ramah lingkungan untuk menggantikan surfaktan sintesis<\/li>\n<li><strong>Degradasi Hidrokarbon<\/strong><br \/>\nEksplorasi mikroorganisme yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon, terutama dari limbah minyak, menjadi senyawa yang lebih ramah lingkungan. Riset ini berkontribusi pada pengembangan teknologi bioremediasi alternatif untuk penanganan pencemaran minyak dan senyawa organik berbahaya di lingkungan<\/li>\n<li><strong>Biofertilizer<\/strong><br \/>\nPengembangan (formulasi) pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan mendukung pertanian berkelanjutan<\/li>\n<li><strong>Agen Pengendali Hayati (Biocontrol Agent)<\/strong><br \/>\nPenelitian yang terkait dengan mikroorganisme dengan potensi sebagai agen pengendali hama atau patogen tanaman, baik berupa fungi maupun serangga, untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia<\/li>\n<li><strong>Agen Antimikroba (Antimicrobioal Agent)<\/strong><br \/>\nIsolasi dan karakterisasi mikroorganime serta metabolit sekundernya yang memiliki aktivitas antimikroba, untuk dikembangkan sebagai kandidat bahan aktif dalam produk kesehatan, pertanian, maupun industri makanan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riset Grup Mikrobiologi (Applied Microbiology and Bioresource Technology) berperan penting dalam pengembangan teknologi hayati dan keberlanjutan melalui riset multidisipliner berbasis pemanfaatan mikroorganisme. Didukung oleh kolaborasi dengan bidang lain seperti proteomik, kimia organik, dan bioinformatika, riset grup ini mengembangkan dua arah riset utama, yaitu biokonversi dan bioremediasi. A. Biokonversi Berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme untuk mengubah bahan &#8230; <a title=\"Applied Microbiology and Bioresource Technology\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/applied-microbiology-and-bioresource-technology-2\/\" aria-label=\"Read more about Applied Microbiology and Bioresource Technology\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":96,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"class_list":["post-4104","page","type-page","status-publish"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/96"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4106,"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4104\/revisions\/4106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biome.unair.ac.id\/id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}